Menderita untuk Yesus Kristus

Menderita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan. Sebagai orang Kristen kita harus bisa menderita untuk orang lain dan untuk Tuhan Yesus. Sebab orang yang menanggung penderitaan akan mendapatkan buah yang manis dari Tuhan. Dan Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya menderita melebihi beban kemampuan orang tersebut di dalam memikulnya.

Pdt Nio L, M.Th, Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru dalam ibadah raya, Minggu 20 November 2022 menyampaikan khotbah dengan tema “Menderita untuk Yesus Kristus.”

Ayat bacaan Firman Tuhan dalam Filipi 1:27-30; Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah.

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Banyak orang merasa takut dan gentar dengan kata menderita. Bahkan kalau bisa penderitaan itu dijauhkan atau sama sekali dihindari. Pada hal tujuan dari penderitaan itu ada.

Rasul Paulus mengatakan bahwa duri (penderitaan) yang dirinya miliki adalah sesuatu yang dikirimkan oleh Tuhan. Rasul Paulus tidak mengatakan bahwa duri (penderitaan) di dalam hidupnya adalah sesuatu yang dikirim oleh iblis atau pun sesuatu yang dibiarkan oleh Tuhan; melainkan, Rasul Paulus mengatakan bahwa duri tersebut adalah sesuatu yang dikirim secara spesifik oleh Tuhan.

Ada sebuah pemikiran keliru yang seringkali dimiliki oleh kebanyakan orang Kristen, yaitu mereka berpikir bahwa Tuhan adalah Tuhan yang baik sehingga Dia tidak akan pernah mengirimkan hal-hal tidak enak ke dalam kehidupan kita.

Kebenarannya, Tuhan memang adalah Tuhan yang sangat baik; namun, definisi baik kita seringkali berbeda dengan definisi baiknya Tuhan. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Kita seringkali melihat penyakit, kemiskinan, penganiayaan sebagai musibah, tetapi Tuhan terkadang malah menggunakan penyakit, kemiskinan, dan penganiayaan sebagai jalan untuk membawakan berkat bagi dunia dan kemuliaan bagi nama-Nya.

Barang siapa mengikut “Aku” dia bakal menyangkal diri. Hendaknya kita memiliki prinsip mengutamakan Tuhan. Bagaimana menderita untuk Tuhan Yesus, hidup manusia harus berpadanan dengan Injil Kristus. Sepadan itu maksudnya bagian dari Injil. Sepadan memiliki makna sama, setara, atau seimbang.

Pdt Nio menjelaskan dalam khotbahnya, di mana orang yang mengikuti kedangingannya tidak mau berpadanan dengan injil, ujungnya adalah maut. Sebab berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya dan sukacita.

Hidup berpadanan dengan Kristus artinya hidup harus menderita, namun akan memberikan sukacita. Yesus juga mengalami penderitaan dan bersatu dengan orang-orang berdosa untuk menyelamatkan manusia.

Orang percaya yang sungguh-sungguh percaya pada Tuhan akan mengalami sakit dan penderitaan, namun ada kemuliaan di balik itu semua. Mari syukuri kita dapat melewati berbagai kondisi.

Menderita untuk Yesus, di mana penderitaan itu adalah anugerah atau hadiah. Anugerah Tuhan memberikan kita keselamatan.

Derita juga penghargaan yang diberikan Tuhan. Penderitaan itu tidak melebih kemampuan manusia di dalam memikul atau menanggulanginya. Sering kali orang kristen bersungut-sungu dalam penderitaan, pada hal penderitaan itu masih kecil.

Kita akan mendapatkan hadiah atau penghargaan dari Tuhan sebagai tanda keselamatan dalam penderitaan. Penderitaan karena Kristus itu datangnya dari Allah.

Yesus sendiri pernah menderita. Teladan penderitaan mengikut Tuhan akan memberikan dampak. Pengorbanan dan penderitaan akan memberikan dampak bagi orang percaya.

Ibrani 11:24-25 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Kesimpulannya bahwa menderita untuk Kristus menyangkal diri. Menderita untuk Kristus adalah sebuah penghargaan atau hadiah. Menderita untuk Kristus akan menghasilkan buah yang manis dan berdampak bagi orang lain, selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.*

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *