Mengenakan Karakter Illahi Demi Kesatuan Jemaat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat, kesatuan berarti perihal satu, keesaan, sifat tunggal, satuan. Bila dikaitkan dengan konteks bangsa, kesatuan dapat dimaknai sebagai gabungan berbagai suku bangsa yang telah bersatu.

Di gereja Tuhan banyak terjadi perpecahan, pertikaian, dan kekurangharmonisan, baik dengan hamba Tuhan maupun antar-jemaat. Kalau dibiarkan terus, hal ini bisa membuat terjadi perpecahan jemaat, terjadi pengelompokkan-pengelompokkan jemaat, terjadi persekongkolan antar-jemaat yang tidak baik dan lain sebagainya. Hal ini membuat kesatuan jemaat tidak akan tercapai. Pada hal pribadi Allah itu tritunggal yang menghendaki kesatuan.

Pdt Nio L, M.Th, Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru dalam ibadah raya, Minggu 13 November 2022 menyampaikan khotbah dengan tema “Mengenakan Karakter Illahi Demi Kesatuan Jemaat.”

Ayat bacaan Firman Tuhan dalam Kolose 3:12-17; Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Pdt Nio mengatakan dalam khotbahnya bahwa Tuhan berkehendak supaya jemaat memiliki kesatuan walau dalam perbedaan. Di gereja Tuhan banyak terjadi perpecahan. Tuhan Yesus merindukan kesatuan dalam jemaat.

Memang dalam gereja banyak talenta-talenta berbeda, namun harus dalam satu kesatuan dalam karakter Illahi. Membuat orang-orang percaya menjadi satu. Melahirkan karakter Illahi itu ada di gereja Tuhan.

Biar tercapai kesatuan, kita memakai karakter dari Illahi. Memperhatikan hal-hal praktis di dalam jemaat. Itulah sebabnya di dalam gereja ada aturan-aturan dan peraturan. Di dalam gereja tidak boleh suka-suka.

Sadarilah bahwa orang yang hidup telah mati terhadap dosa. Menerima Kristus dalam hati, dan dosa itu sudah dikuburkan. Agar karakter Illahi ada dan tetap terjadi kesatuan, maka kita kuburkan latar belakang hidup yang tidak benar.

Matikanlah, buanglah segala sesuatu yang jahat yang bisa mengganggu jemaat, supaya di rumah Tuhan terjadi kesatuan. Karena salib Kristus, matikanlah segala sesuatu yang jahat itu.

Di dalam gereja tidak boleh memilih-milih orang. Menerima orang lain supaya ada kesatuan dalam Tuhan. Kebiasaan-kebiasaan buruk dalam hidup dibuang dan dimatikan untuk terjadi dalam kesatuan Tuhan.

Kalau kita dendam atau marah, jangan berlama-lama atau berlarut-larut. Roh Tuhan akan memperbaruhi hidup manusia. Pakailah hati yang baru. Sifat-sifat, perbuatan yang lama ditanggalkan untuk mengenakan hati yang baru.

Kenakan hati yang baru, hati-hati yang baik seperti Tuhan Yesus, supaya menjadi sama dan mulia seperti Tuhan. Percaya kepada Kristus supaya sifat-sifat mulia itu tercurah bagi manusia baru.

Setiap hari kita minta kebaharuan hati, sehingga hidup kita menjadi pintar rohani dan bertindak rohani. Rohani kita semakin dewasa, sehingga terjadi kesatuan dari jemaat.

Mintalah damai sejahtera setiap saat. Marilah kita menjaga kesatuan jemaat agar tidak terpecah belah. Gunakanlah ‘baju’ Kristus yang mampu mengatasi hati sejahtera memuliakan Tuhan. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.*

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *