Tujuan Misi Allah

Visi merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa latin “videre” yang berarti melihat ke depan. Visi menggambarkan tujuan atau impian yang ingin dicapai. Sedangkan misi dari kata latinnya ‘missio’ yang berarti perutusan, utusan atau tindakan atau langkah untuk mencapai visi itu.

Lebih jelasnya tentang misi dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 16:6-10; Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi Lainsamputy, M.Th dalam khotbah raya, Minggu 6 November 2022 dengan tema “Tujuan Misi Allah” yang terambil dalam firman Tuhan,
Yehezkiel 2:1-10 ; Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau.” Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku. Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga.

Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Dan baik mereka mendengarkan atau tidak – sebab mereka adalah kaum pemberontak, mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka.

Dan engkau, anak manusia, janganlah takut melihat mereka maupun mendengarkan kata-katanya, biarpun engkau di tengah-tengah onak dan duri dan engkau tinggal dekat kalajengking. Janganlah takut mendengarkan kata-kata mereka dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

Sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka, baik mereka mau mendengarkan atau tidak, sebab mereka adalah pemberontak. Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.”

Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab, lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.

Pdt Rudi menjelaskan dalam khotbahnya; ada tiga tujuan Misi Allah, pertama selalu dimulai dari panggilan Tuhan. Kedua ada pengutusan ke sebuah tempat. Ketiga proses Tuhan.

Tentang panggilan Tuhan, gereja dan pelayanannya adalah panggilan Tuhan. Namun terkadang di dalam gereja masih memegang kuasa gelap.

Yehezkiel salah seorang yang dipanggil Tuhan. Di sini, Tuhan ikut bertanggung jawab pada orang yang dipanggilnya itu. Tak pernah orang yang dipanggil itu dibiarkan Tuhan.

Tuhan akan melengkapi segala kehidupan dan kebutuhan hidupnya bagi orang-orang yang dipanggil Tuhan.

Beberapa yang dipanggil Tuhan dalam misi pelayanan; Musa dipanggil dan disuruh ke Gunung Sinai dalam sebuah misi pelayanan. Abraham juga dipanggil untuk keluar dari tanahnya (daerahnya) ke tanah perjanjian.

Paulus dipanggil Tuhan dan para murid juga dipanggil dengan berdoa semalaman. Dan masih banyak lagi yang dipanggil Tuhan.

Pdt Rudi mengatakan, saat ini cara Tuhan memanggil atau memilih orang-orang dalam misi panggilan pelayanan, pertama bisa melalui renungan firman Tuhan dan menjadi remah dan dipegang firman Tuhan itu.

Kedua melalui firman Tuhan pada kegiatan KKR, seminar, Ibadah Rumah Tangga, dan lainnya, membuat orang terpanggil dalam misi panggilan.

Ketiga perenungan firman Tuhan atau saat teduh di pagi hari.

Dan keempat para hamba Tuhan atau pendeta mendorong umat Tuhan untuk dipanggil dan menerima panggilan Tuhan untuk melayani Tuhan dan masuk Sekolah Theologia.

Ketika dipanggil, orang itu tidak akan ditinggalkan.Orang itu diutus.

Jika dipanggil Tuhan, terkadang ditempatkan atau diutus ke tempat-tempat sulit.

Diutus walaupun di tempat-tempat sulit, tempat yang banyak masalah tetapi kita jangan takut sebab Tuhan beserta dengan yang diutus itu.

Terkadang memang kita diutus ke tempat yang sulit dan susah. Ini adalah proses Tuhan supaya mengerti dan memahami.

Biarkan firman masuk dalam diri kita. Yeremia 1:6-9; Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Tuhan memanggil kita dan tak perlu takut. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.*

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *