PWMOI Silaturahmi dengan BPOM dalam Pengawasan Obat dan Makanan

Pekanbaru (selasihmedia) – Pengurus PWMOI Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru melakukan audiensi dan bersilaturahmi dengan Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Pekanbaru.

PWMOI yang ikut dalam audiesi tersebut, Boma Harmen selaku Ketua PWMOI Provinsi Riau, Aprianto selaku Ketua PWMOI Kota Pekanbaru yang didampingi Hendra, Sekretaris PWMOI Kota Pekanbaru dan Johan selaku Wakil Sekretaris PWMOI Kota Pekanbaru dan disambut Kepala BPOM, Yosef Dwi Irwan di ruang kerjanya, Rabu (12/10/2022).

Dalam audiensi dan ramah tamah sekaligus silaturahmi tersebut, Ketua PWMOI Provinsi, Boma Harmen mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPOM yang telah memberi waktu dan kesempatan bagi kami (PWMOI) untuk bersilaturahmi dan secara singkat menjelaskan visi dan misi dari organisasi dan sekaligus menginformasikan bahwa media adalah mitra pemerintah, dalam hal ini BPOM.

“Semoga dengan silaturahmi ini, media (PWMOI) terjalin komunikasi yang baik dengan BPOM dalam mengawasi obat dan makanan, sehingga kita bisa memberikan informasi serta edukasi ke masyarakat tentang obat dan makanan yang baik dan sesuai dengan standar kesehatan,” ujar Boma.

Boma mengatakan, terkait pemberitaan PWMOI yang menjadi trending topik di dunia maya atau online, itu karena mereka (wartawan) tidak dianggap kawan, dan kita pun tidak mau seperti itu dan berlarut-larut kejadiannya.

“Jadi anggaplah kami teman, teman yang baik adalah mengingatkan, mengkritik yang sifatnya konstruktif atau membangun. Seperti sebuah kereta api yang keluar dari relnya, kan tidak mungkin kita biarkan kereta api tersebut masuk jurang, jadi disitulah kami hadir untuk mengingatkan agar kembali kejalurnya lagi sehingga tidak masuk jurang,” ungkap Boma.

Hal senada juga disampaikan Aprianto selaku Ketua PWMOI Pekanbaru mengatakan, anggaplah kehadiran wartawan sebagai kawan, teman dan bukan lawan atau musuh.

“Sebagai kontrol sosial, kita harus mengingatkan para pejabat publik agar dalam mengambil kebijakan ataupun tindakan dan semacamnya sesuai dengan jalur dan relnya. Apabila keluar dari jalur atau relnya, disinilah peran media untuk mengingatkan, karena kita mitra sekaligus teman dan jangan marah atau benci ketika dikritik, apalagi kritiknya bersifat konstruktif atau membangun,” papar Aprianto.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPOM di Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan dan kehadiran rekan-rekan Media PWMOI dalam menjalin silaturahmi yang lebih baik.

“Kita sangat terbuka sekali, kita menyambut baik kehadiran PWMOI sebagai kontrol sosial dan siap kita dikritik apalagi bersifat konstruktif. Semoga silaturahmi kita ini terjalin lebih baik dan juga kita menawarkan kepada rekan-rekan media yang kalau perlu atau butuh pembicara atau penyampaian materi terkait pengawasan obat dan makanan, kami siap tanpa diberi imbalan atau pun honor dan semacamnya. Karena ini adalah kewajiban kita, tugas kita untuk menyampaikan ke masyarakat luas tentang bahaya dari olahan-olahan obat ataupun makanan yang tidak ada registrasi atau pengawasan dari Balai POM,” terang Yosef.

Disinilah peran dari media untuk memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan bahaya dari produk yang tidak ada registrasi ataupun pengawasan dari Balai POM selain dari seminar atau pelatihan dan yang lainnya yang kita lakukan.

“Kita berharap bisa berkolaborasi serta bersinergi dalam memberikan informasi serta edukasi bahaya produk olahan yang tidak ada registrasi atau pengawasan dari BPOM kepada masyarakat luas dalam bentuk sebuah pemberitaan,” pungkas Yosef.*

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *