Tetap Optimis Memenangkan Jiwa Bagi Tuhan

Persoalan tak bisa kita hindari. Manusia selalu mengalami pergumulan atau persoalan hidup. Tapi kita harus berbesar hati karena Tuhan selalu beserta kita. Sertakan Tuhan di dalam pergumulan hidup dan jangan malah menjauh dari Tuhan. Sebab jika menyertakan Tuhan dalam setiap gerak langkah kehidupan kita, di sana ada jalan keluar yang penuh kebahagiaan.

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L, MTh dalam khotbah raya, Minggu 7 Agustus 2022 dengan tema “Tetap Optimis Memenangkan Jiwa bagi Tuhan” yang terambil dalam bacaan Firman Tuhan, Mazmur 126:1-6; Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”

Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bangsa Israel bergembira dan disampaikan dalam nyanyian karena mereka dibawa oleh Tuhan untuk keluar dari Babilonia. Di sana mereka kerja rodi dan tidak diberi makan. Mengalami penderitaan yang luar biasa. Sehingga mereka senang dibawa Tuhan ke tanah perjanjian. Ada secuil terang yang bisa dinikmati orang Israel.

Ketika orang percaya menghadapi pergumulan yang berat, kita cenderung lupa Tuhan. Kita terfokus pada masalah yang dihadapi, sehingga lupa Tuhan yang akan menolong.

Persoalan tak bisa kita hindari. Tapi kita harus berbesar hati karena Tuhan selalu beserta kita.
Kalau merasa dirimu muda, maka jangan takut datang ke orang yang lebih tua dan sertakan Tuhan dalam persoalan itu.

Orang Israel ingin Tuhan memulihkan mereka di tanah perjanjian, tetapi mereka tetap mempunyai masalah karena rumahnya sudah porak-poranda. Mereka mengharapkan mujizat dari Tuhan untuk memulihkan mereka.

Orang Israel tetap berseru dan bergantung pada Tuhan di tengah-tengah kesulitan mereka. Pertolongan Tuhan ada dalam mereka.

Gambaran orang Kristen; di mana baru saja lepas dari masalah, eh muncul masalah baru lagi. Sebab pergumulan selalu saja ada. Dan tidak perlu khawatir sebab ada pertolongan Tuhan.

Kecenderung manusia lupa Tuhan, akhirnya terkesan capek melewati berbagai masalah dalam kehidupan karena banyaknya pergumulan hidup ini. Akibat pergumulan, orang lari dari Tuhan.

Sementara itu, dalam kekurangan orang Israel, masih mau menabur. Di tengah kesulitan, masih mau memberkati pekerjaan Tuhan.

Kadang kala Tuhan memerintahkan kita yang bertentangan dengan pikiran supaya iman kita semakin meningkat. Kita harus ikut firman Tuhan supaya iman kita semakin naik.

Hidup bukan bergantung pada harta, uang, dan kekayaan, karena harta, uang, dan kekayaan bisa habis. Tetapi bergantung pada Tuhan, harta dan kekayaan tak akan habis.

Pdt Rudi merasakan, ada orang Kristen suka memperkecil kuasa Tuhan, seolah Tuhan tidak memperhatikannya. Orang Kristen tidak suka lagi beribadah dan mundur dari Tuhan. Pada hal di masa kekurangan, mereka (orang Israel) masih mau memberkati pekerjaan Tuhan.

Ketika orang menabur pasti ada penuaian. Ini menunjukkan ada kemenangan bagi kita. Ketika kita bekerja, hasil atau upah dari pekerjaan itu diterima, pasti rasa capek akan hilang.

Optimis memenangkan jiwa, teruslah menyampaikan kabar baik kepada banyak orang. Prinsip-prinsip kebenaran tetap dikedepankan supaya banyak orang tertarik mengikut dan datang kepada Tuhan. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.*

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *